Kembali para pemain Cina menunjukkan kedigdayaannya di event bulutangkis paling bergengsi dunia ini dengan menggondol lima gelar. Malaysia, Korea dan Denmark yang menjadi ganjalan Cina ternyata belum mampu membendung hasil kerja keras beberapa bulan belakangan para pemain Tirai Bambu.
Di pertandingan awal nampaknya ganda Korea siap menggagalkan sapu bersih negeri panda lewat semangat membara daun muda Ko Sung Hyun/Ha Jung Eun. Set pertama diraih Korea dengan luar biasa 21-13 lewat permainan cantik dan pertahanan yang luar biasa. He Hanbin/Yu Yang justru bangkit di set kedua dan membuat pasangan Korea terpecah konsentrasinya. Di set ketiga, Sung Hyun nampak sudah tidak bersemangat lagi dan akhirnya Cina meraih dua set kemenangan 21-15 21-9.
Selanjutnya tayangan lumrah di tunggal putra antara Lin Dan dan Lee Chong Wei tercipta kembali. Pemain Malaysia yang menjadi unggulan wahid memberikan permainan yang cantik dalam meredam keagresifan Lin Dan. Bahkan di posisi 15-17 Chong Wei langsung balik memimpin 19-17. Sayangnya Lin Dan balik mengejar dan mematok skor sang lawan di posisi 21-19.
Di set kedua pertarungan tetap berjalan menarik namun Lin Dan sudah tidak dapat dibendung lagi sejak meninggalkan lawannya 14-12 dan akhirnya menang 21-12.
Unggulan pertama di tunggal putri Tine Rasmussen juga kali ini tidak berhasil menciptakan keajaiban seperti kemarin. Di semifinal Sabtu lalu Tine mempertunjukkan daya juang luar biasa dan menciptakan 'come back' yang jarang terjadi di sistem skor baru ini. Dari posisi 4-14 di set kedua dan di ujung kekalahan, pemain Denmark ini justru balik mengubur hidup-hidup harapan Jiang Yanjiao ke final.
Hari ini melawan lagi pemain muda Cina Wang Yihan, Tine terlihat lelah dan kerepotan menghadapi keras dan laju pukulan lawan. Perbedaan usia ini akhirnya membuahkan kekalahan dari sang juara bertahan yang bertekuk lutut 19-21 23-21 11-21.
Dan upaya akhir penjegalan Cina juga tidak berhasil oleh ganda putra Korea Han Sang Hoon/Hwang Ji Man yang tidak mampu melawan padunya Cai Yun/Fu Haifeng. Unggulan ke-7 itu akhirnya melengkapi sapu bersih Cina setelah sebelumnya ganda putri memastikan gelar lewat pertarungan sesama tim.
Bertapa 3 bulan
Sebelum All England ini pasukan Cina membuat sensasi dengan urung mengirimkan pasukan mereka ke final Super Series akhir tahun lalu dan juga beberapa turnamen pembuka Super Series awal tahun ini.
Menurut juru bicara timnas Cina, para pemain akan dimasukkan ke pemusatan latihan yang berbasis pelatihan militer. Dari sini memang terlihat sekali betapa pasukan Cina memiliki kekuatan dan kecepatan yang luar biasa. Selain itu mereka juga nampaknya menitikberatkan perhatian ke All England dan turnamen Eropa ketimbang dua Super Series di Malaysia dan Korea di pembuka tahun ini.
Namun jerih payah mereka kali ini memang terbayar setelah minggu lalu mereka juga menggasak 4 gelar di Jerman. Nampaknya mereka akan kembali meraja lela di Basel minggu ini pada event Swiss Super Series.
